Sabtu, 01 September 2012

[FanFic] Gaze- Part 1


                                                      

 Author : ChoiShin (aku)
 Title : Gaze
 Cast : - L / Myungsoo (Infinite)
           - Shin DongHo (Ukiss)
           - Choi  Minra (OC/aku)
           Lainnya cari sendiri
Rating : PG-13
Genre : weird, romance, friendship
Lenght : series *maybe*
PS: maav yaa, kalo ffnya geje, sama aneh2 gimana gituu. Authornya lagi pekok -_-



            Hari ini, udara sangat dingin. Aku berlari tergesa-gesa menuju gerbang sekolahku yang hampir setengahnya sudah tertutup. Sial! Sekarang gerbang itu sudah tertutup ¾-nya! Aku mempercepat lariku. Ya! Sebentar lagi, selangkah lagi, huph! Akhirnya, badan kecilku ini bisa melewati sedikit celah di gerbang itu. Hari ini aku kesiangan! Ini semua karena tadi malam aku sms-an dengan Sookyung! Hh, kenapa dia harus insomnia? Kalau dia tidak insomnia, pasti aku tidak akan telat seperti ini. Ya, walaupun aku berhasil masuk, tapi pelajaran pasti sudah dimulai! Terpaksa harus berdiri di depan kelas T.T
            Benar dugaanku, Miss BoA sudah memulai pelajarannya! Ini artinya, akuu ..
            “Choi Minra-ssi, silahkan berdiri di depan selama pelajaran bahasa inggris berlangsung!” benar kan dugaanku? Miss BoA akan menyuruhku berdiri di depan selama pelajarannya berlangsung. Aigoo~
            Aku berdiri sembari mengingat kembali sms Sookyung, min! Tau ga? Aku lagi ngefans sama L infinite! Itu lhoh, bb yang terkenal di skolah kita! Hh, ada-ada saja. Nama yang aneh. Pasti wajahnya pun aneh! *author dibalang panci*. Aku melirik seisi kelas, mana Sookyung? Ah! Aku lupa, tadi malem dia kan insomnia, pasti sekarang masih ngorok! *digampar sookyung*
Kringgggg!! Bel Hanleem school berbunyi. Ya, aku sekolah di Hanleem school. Sebetulnya, bukan keinginanku untuk memasuki sekolah ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak ingin bersekolah jauh dari apartemenku. Lagipula, Eomma dan Appa bilang ini sekolah yang cock untukku. Awalnya, aku tidak suka bersekolah disini. Kukira semua anak disini itu sombong, tapi ternyata, dugaanku itu salah! Jarang kutemui anak sombong disini. Ya, satu-dualah. Sekolah ini juga benar-benar unik! Kenapa? Karena sekolah ini mengedepankan seni. Dan juga, kelas murid namja dan yeoja dipisah. Benar-benar alim(?). oiya, berhubung ini sekolah yang mengedepankan seni, tak jarang banyak murid yang membentuk boyband atau girlband. Aku tak tau ada berapa jumlahnya, karena aku tidak mempedulikan hal-hal seperti itu. Aku lebih suka menyendiri dan menulis.
            “hey! Kenapa kau hanya berdiam diri disini? Kau masih ingin dihukum, hah?” Hyeyoung membuyarkan lamunanku.
            “ah, mm, aniya! Ayo kita ke kantin” aku menjawab dengan gugup. Kami berdua pun segera menuju kantin sekolah. Sampai disana, kami segera memesan ramyun dan mencari tempat duduk.
            “hh, aku lapar sekali ..” ucapku sembari menatap Hyeyoung yang sedang tersenyum. Dia pun hanya membalas dengan anggukan dan melanjutkan acara senyum-senyumnya itu. Aneh!, pikirku.
            “hey! Hyeyoung-ah! Kau ini kenapa? Dari tadi kau senyam-senyum sendiri!” kataku membuyarkan acara senyum-senyumnya itu.
            “ah, ne, gwenchana Minra-ah”
            “pasti ada sesuatu, ayolaah, ceritakan saja”
            “oke, baiklah, tapi ..” omongan Hyeyoung terputus ketika melihat pelayan kantin membawakan pesanan kami.
            “kamsahamnida Ajumma” ujarku dan Hyeyoung berbarengan. Ahjumma itu hanya tersenyum melihat kami dan berlalu.
            “oiya, tadi kau mau bilang apa?” ucapku sembari meniup ramyun yang masih hangat itu.
            “tapi jangan bicarakan ini pada siapapun ya?”
            “ne” jawabku datar.
            “em, kau tau boyband infinite?” tanya Hyeyoung.
            “aku cuma tau namanya, orangnya tidak. memang kenapa?”
            “aku .. aku ngefans sama L infinite!” perkataan Hyeyoung mengingatkanku pada sms Sookyung. Jadi, mereka berdua ngefans sama L?, pikirku. Ini tidak bisa dibiarkan, seorang L bisa menarik perhatian dua sahabatku! Bagaimana jika persahabatan kami hancur? Baiklah, aku akan terus terang.
            “em, Hyeyoung ..”
            “permisi, aku boleh numpang disini?” seorang namja memutus omonganku. Aku melirik nama yang tertera di seragam namja itu, Shin Dongho.
            “boleh, silahkan” Hyeyoung mempersilahkan namja itu duduk di bangku kami.
            “kamsahamnida” namja yang bernama Shin Dongho itu berterimakasih kepada kami. Kami pun membalas dengan anggukan. Aku menatap namja itu. Ternyata dia juga sedang menatapku.
            “wae?” tanyaku pada namja itu.
            “ah, aniya ..”
            Kemudian kami semua berdiam diri dan menyantap makanan masing-masing.
            “oiya, kau tadi mau bilang apa?” Hyeyoung memecah keheningan*ecieh*
            “umm, aku lupa, mianhae” aku berpura-pura lupa. Kalau saja aku berterus terang, Shin Dongho itu pasti akan mendengar. Jadi lebih baik aku berpura-pura lupa dan akan memberitahunya nanti.
            “kau ini, ckckck ..” Hyeyoung hanya bisa berdecak.
            “oiya, kau Shin Dongho kan? Anggota Ukiss sekaligus anggota tim baseball? Marga kita sama lho .. “ marga Hyeyoung memang sama dengan marga Dongho. ‘Shin’.
            “yup! Jinjja? Berarti margamu shin?”
            “benar sekali!” Hyeyoung tersenyum. Aku hanya bisa melihat mereka berdua yang sudah mulai akrab dengan tatapan datar. Tak terasa ramyunku dan Hyeyoung sudah habis. Aku pun mengajaknya ke kelas.
            “hyeyoung-ah, ayo kita ke kelas, mm, dongho-ssi, kami duluan ya” aku segera menarik tangan Hyeyoung dan tersenyum pada Dongho.
            “oke, lain kali panggil aku Dongho-ah saja!” aku hanya tersenyum mendengar perkataannya. Baiklah dongho-ah!, batinku.
            Jam menunjukkan pukul 12.00 siang. Waktunya pulang! Tapi, seperti kebiasaanku, aku akan mampir ke kelas klub menulis walaupun bukan jamnya klub itu dilaksanakan(?). tiba-tiba, terdengar suara seperti sekumpulan orang berbicara dari kelas klub menari. Karena penasaran, aku pun mengintip lewat jendela kelas itu. Aku melihat beberapa namja disitu. Salah satu namja membuka seragamnya. Dibalik seragamnya, aku melihat sebuah lambang yang ada di kaos namja itu. Kalau tidak salah bentuknya seperti ini,


Dibawahnya terdapat tulisan ‘INFINITE’. Aku terpaku. Mungkinkah namja yang melepas seragamnya itu adalah L? Mungkin saja, sebab wajahnya aneh seperti namanya, ‘L’ *ditabok L*. Kemudian, seorang namja berjalan ke arah type recorder.
            “oke teman-teman, waktunya latihan” salah satu namja memimpin teman-temannya. Seperti merasa ada yang mengintip dari jendela, dia pun menoleh ke arahku dan menatapku. Aku pun refleks berlari meninggalkan kelas itu dan menuju kelas klub menulis. Untung saja aku cepat. Kalau tidak, aku akan mati membeku karena ketahuan mengintip! Ah, babo! Tapi .. ada sesuatu yang aku rasakan dari tatapan namja tadi. Ah! Lagi-lagi tatapan! Aku memang tertarik dengan namja yang memiliki tatapan ‘wow’ seperti namja tadi. Hh, tidak boleh! Aku tidak boleh suka! Bagaimana kalau namja itu L? Omo!
                                                            
                                                              ---TBC---

                                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar